Setelah 6 Tahun Debut, BTS Bakal Istirahat Sementara

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Boygrup asal Korea Selatan BTS akan melakukan jeda sementara dari seluruh kegiatan. Kabat tersebut disampaikan secara resmi oleh agensinya, Big Hit Entertainment pada 11 Agustus 2019 kemarin.

Big Hit Entertainment mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya sejak debut mereka pada tahun 2013, BTS akan memiliki masa istirahat resmi. Menurut agensi, ini akan menjadi kesempatan bagi grup untuk mengisi ulang dan “menampilkan diri baru sebagai musisi dan pencipta.”

Big Hit Entertainment juga meminta penggemar untuk bekerjasama dalam membantu grup yang beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jongkokk ini menjaga privasi mereka dan menikmati waktu luang mereka.

Sebelumnya, kabar mengenai istirahat sementara mereka sudah beredar di kalangan penggemar. Belum dipastikan secara resmi sampai kapan BTS akan kembali, namun dari kabar sebelumnya itu, katanya, BTS akan beristirahat selama dua bulan.

Berikut isi pengumuman resmi yang dibuat Big Hit Entertainment untuk penggemar:

“Halo.  Ini adalah Big Hit Entertainment. 

Kami ingin mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya sejak debut mereka, BTS akan menjalani masa istirahat resmi dan relaksasi. 

Penampilan di LOTTE DUTY FREE FAMILY CONCERT hari ini akan menandai acara yang dijadwalkan terakhir sebelum para anggota bersiap untuk mengambil liburan mereka.

Masa istirahat ini akan menjadi kesempatan bagi para anggota BTS, yang tanpa henti mendorong diri mereka sendiri ke arah tujuan mereka sejak debut, untuk mengisi ulang dan mempersiapkan diri untuk tampil kembali sebagai musisi dan pencipta. Ini juga akan memberi mereka kesempatan untuk menikmati kehidupan biasa anak muda di usia 20-an, meskipun sebentar. 

Selama waktu ini, anggota akan beristirahat dan mengisi ulang dengan cara pribadi mereka sendiri. 

Jika Anda memiliki kesempatan bertemu dengan seorang anggota BTS saat mereka sedang berlibur, kami meminta Anda menunjukkan pertimbangan atas kebutuhan mereka untuk beristirahat dan menikmati waktu istirahat pribadi mereka. BTS akan kembali dengan segar dan diisi ulang untuk mengembalikan semua cinta yang Anda miliki dan terus melanjutkan  tunjukkan pada mereka. 

Terima kasih.”

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini