Senin, Puluhan SMP di Kota Solo Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebanyak 24 SMP baik negeri maupun swasta diizinkan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin 22 Maret 2021. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai persiapan pelaksanaan PTM Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati mengatakan, sejauh ini semua sekolah SMP di Kota Solo telah siap membuka kembali PTM.

Pada fase pertama, dikatakannya. akan dimulai dari pembiasaan perilaku anak di lingkungan sekolah.

“PTM ini baru diikuti untuk siswa kelas IX dengan waktu belajar selama dua jam. Sementara siswa lainnya masih harus belajar via daring,” ujarnya.

Etty menyampaikan, akan terus menggelar simulasi di beberapa sekolah. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa dan sekolah menerapkannya, terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

“Pembelajaran tatap muka nanti kita batasi dan dibagi menjadi dua kelas, yakni 50 persen PTM dan 50 persen secara daring. Setiap kelas nanti hanya boleh diisi maksimal 16 siswa,” katanya.

Etty menambahkan, saat ini hampir semua sekolah di Solo siap menggelar PTM. Namun baru 24 sekolah yang dilaporkan ke Wali Kota Solo. Ke depan, pihaknya menambah izin bagi satu sekolah yang menggelar PTM sembari melakukan evaluasi pada sekolah-sekolah yang telah mendapat izin terlebih dahulu.

“SMP 13, terus SD Muhammadiyah 1 juga sudah siap. Jadi tinggal kita liat simulasi yang dilakukan dan evaluasi ke depannya. Secara garis besar seluruh sekolah di Solo siap menggelar PTM,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini