Selamat Jalan Alfred Worden, Sang Astronaut Misi Apollo Ke-15

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL –Dunia tengah berduka. Astronaut legendaris dalam misi Apollo ke-15, Alfred M. Worden dikabarkan telah tutup usia pada Rabu 18 Maret 2020, seperti diinformasikan dalam laman resmi Badan Antariksa Amerika (NASA).

Worden meninggal dunia pada usia 88 tahun. Ia pernah menjelajah antariksa dalam misi Apollo ke-15 bersama David Scott dan James B. Irwin pada 1971.

“Saya sangat sedih mendengar bahwa astronaut Apollo Al Worden telah meninggal. Al adalah pahlawan Amerika yang prestasinya tidak akan pernah dilupakan. Doa saya untuk keluarga dan teman-temannya,” tulis Administrator NASA Jim Bridenstine.

Sebelum bergabung dengan NASA, Worden merupakan seorang instruktur pilot berpangkat kolonel di Angkatan Udara AS. Lalu, ia beralih profesi menjadi astronaut pada 1966. Pertama bertugas, ia ditunjuk sebagai peneliti senior Pusat Penelitian Ames Nasa, California.

Pada 1975, Worden memutuskan untuk pensiun dari NASA dan mendirikan perusahaan maskapai luar angkasa sendiri yang diberi nama Maris Worden Aerospace Inc. Worden juga dipercaya sebagai Wakil Presiden BF Goodrich Aerospace Brecksville Ohio.

Worden juga menulis beberapa kumpulan puisi yang ia gabung menjadi sebuah buku yang diberi nama, ‘Hello Earth: Greetings from Endeavour’ pada 1974, buku anak-anak berjudul ‘I Want to Know About a Flight to the Moon’ di tahun yang sama.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini