Sektor Industri Dasar Bikin IHSG Anjlok di Awal Pekan

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alias tolok ukur sejumlah perdagangan di BEI ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini, 7 Oktober 2019. IHSG ditutup melemah satu persen ke level 6.000,58.

Mengutip data RTI Business, sebanyak 272 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 131 saham menguat dan 138 saham diam di tempat.

Meski demikian, transaksi perdagangan saham Senin ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 441.272 kali dengan volume perdagangan 17,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai 7 triliun rupiah. Sementara, investor asing jual bersih di seluruh pasar sebesar 144,84 miliar.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 2,51 persen, disusul sektor manufaktur turun 1,75 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 1,47 persen.

Bursa saham Asia seperti Nikkei 225 Jepang juga melemah 0,16 persen. Cuma Strait Time Index Singapura yang menguat 0,69 persen. Sementara Hang Seng Hongkong dan Shanghai Composite index libur.

Selanjutnya bursa saham Eropa juga melemah. GDAXI Jerman melemah 0,08 persen dan FTSE London turun 0,03 persen.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini