Sediakan 11 Ribu Dosis, BIN Gencarkan Vaksinasi di Sejumlah Wilayah di Riau

Baca Juga

MATA INDONESIA, RIAU – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau atau Binda Riau kembali melaksanakan vaksinasi lanjutan untuk santri, pelajar dan masyarakat di Provinsi Riau.

Menurut Kabinda Riau Brigjen TNI Amino Setya Budi, vaksinasi untuk santri dan pelajar digelar di Ponpes Darul Muqomah Yayasan Al-Hasanah Riau dan SMA Kalam Kudus Riau. Selain itu, turut diberikan vaksinasi massal untuk masyarakat yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.

“Kegiatan Vaksinasi massal lanjutan ini kita laksanakan sebanyak 11.000 dosis vaksin untuk Pelajar dan masyarakat umum secara Door to Door di 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau,”ujarnya, Kamis 21 Oktober 2021.

Amino juga berharap kepada pemerintah pusat agar mengirim lebih banyak dosis vaksin agar target vaksinasi di daerah Riau cepat tercapai.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Presiden dan Bapak Kepala BIN atas perintah yang diberikan kepada kami di wilayah Riau dalam rangka melaksanakan vaksinasi massal lanjutan bagi pelajar dan masyarakat secara door to door,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini