MATA INDONESIA, PALEMBANG – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sedang membangun sistem pembayaran elektronik antarmoda berbasis akun.
“Sistem pembayaran elektronik berbasis akun dalam transportasi cerdas ini sejalan dengan rencana implementasi pemerintah pusat yang akan menerapkan MLFF (Jalan Tol Tanpa Gerbang) dan JBE (Jalan Berbayar Elektronik) yang juga menggunakan sistem pembayaran digital berbasis akun,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu 27 Agustus 2022.
Untuk itu, Ditjen Perhubungan Darat mengadakan focus group discussion (FGD) soal “Sistem E-Ticketing Berbasis Akun Untuk Mendukung Integrasi Pembayaran Antar Moda Dan Sosialisasi Sistem Pembayaran BRT” di Hotel Santika Premiere Bandara-Palembang.
Selain itu, diskusi tersebut bisa diikuti peserta melalui fasilitas pertemuan zoom.
Sistem tiket berbasis akun atau Account Based Ticketing (ABT) adalah evolusi sistem pengumpulan tarif (tiket).
Evolusinya berawal dari tiket berbasis kartu menjadi berbasis akun melalui sebuah kartu yang bisa dikenali pemiliknya dengan mendaftar melalui aplikasi.
Dengan demikian semua transaksi bisa dikenali penggunanya untuk dicatat dan didokumentasikan.
Salah satu manfaat personalisasi penumpang ini bisa menjadi dasar penentuan kebijakan dan penentuan program pemerintah contohnya dalam memberikan tarif khusus (pelajar/ veteran/ penumpang khusus).
Keunggulan lain sistem ABT ini membantu penyedia transportasi beralih dari sistem tiketing lama yang melibatkan tiket kertas, tiket magstripe, pembayaran tunai, dan beralih dengan perjalanan yang lebih mulus (seamless).
Bagi operator, sistem seperti itu sangat bermanfaat karena biaya operasional yang lebih rendah, dibandingkan dengan solusi tiket berbasis kartu di mana kartu perjalanan memerlukan pemrograman ulang yang konstan.
Menhub mengusulkan agar integrasi sistem pembayaran yang berbasis uang elektronik ini dapat diterapan di seluruh operator transportasi.
Untuk itu, Menhub meminta, dukungan seluruh pihak di sektor transportasi termasuk bank-bank penyedia layanan sistem ini.
Sistem tiket ABT ini juga memberi banyak keuntungan bagi penumpang, dengan pilihan tarif terbaik yang sesuai dengan perjalanan mereka termasuk kemungkinan untuk membayar perjalanan mereka dengan cara yang modern dan nyaman.
Sistem tersebut akan diterapkan di Ibukota Nusantara.
Diharapkan, pemanfaatan teknologi informasi ini dapat membantu terwujudnya minat masyarakat untuk kembali naik angkutan umum yang mudah, nyaman, terjangkau dan berkeselamatan.
Acara itu juga menghadirkan tamu undangan dari beberapa perusahaan dan asosiasi, yaitu ITS Indonesia, PT Finnet Indonesia dan PT Teknologi Karya Digital Nusa sebagai sponsor acara yang mendukung FGD di Palembang kali ini.