Seandainya Vaksin Pfizer Sudah Ada, Pembukaan Sekolah Tatap Muka Pasti Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pembukaan sekolah tatap muka di Indonesia akan aman dilakukan jika Vaksin Pfizer sudah di tangan sebab penelitian terbaru mengungkapkan vaksin itu aman dan bermafaat bagi anak usia 12-15 tahun.

Pesan itu disampaikan kandidat Ph.D ilmu medis pada Kobe University, dr. Adam Prabata dan diterima Mata Indonesia News, Jumat 2 April 2021.

“Ini tentunya merupakan kabar gembira, di tengah upaya banyak negara untuk membuka sekolah kembali, termasuk Indonesia,” ujar Adam.

Sebab, hingga kini anak-anak belum bisa diberi Vaksin Covid19 karena pada umumnya vaksin itu dinyatakan hanya efektif untuk usia 18-59 tahun.

Ternyata, pada uji klinis tahap 3 Vaksin Pfizer menunjukkan manfaat yang sangat baik karena efikasinya 100 persen. Uji klinis itu dilakukan terhadap 2.260 orang.

Antibodi yang dihasilkan pun diketahui lebih tinggi dari kelompok usia dewasa muda yang sama-sama mendapat vaksin.

Hingga sejauh ini belum ditemukan efek samping serius pada remaja yang mendapat vaksin tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini