Sasar 6.350 Orang, BIN Gelar Vaksinasi Serentak untuk 16 Wilayah di Sultra

Baca Juga

MATA INDONESIA, KENDARI – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Tenggara menggelar vaksinasi serentak di 16 Kabupaten/Kota. Fokus vaksinasi kali ini diarahkan kepada para lanjut usia (lansia) dan pelajar.

Kabinda Sultra Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana mengatakan bahwa vaksinasi serentak ini digelar di 26 titik berbeda.

“Selain kami lakukan di tempat-tempat tertentu, kami juga langsung mendatangi rumah warga dengan target lansia yang tidak sempat datang untuk vaksin,” katanya, Selasa 16 November 2021.

Kegiatan ini sejalan dengan imbauan Presiden Joko Widodo agar seluruh warga Indonesia mengikuti program vaksinasi. Menurutnya, penting dilakukan percepatan vaksinasi sehingga seluruh warga khususnya di Sultra dapat meningkatkan imun tubuh yang tentu dapat membentuk ketahanan kelompok (herd immunity) di masa pandemi yang hingga saat ini belum berakhir.

“Target sasaran vaksinasi kali ini adalah sebanyak 6.350 orang,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Binda sultra bekerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sebagai salah satu universitas terbesar di Sulawesi Tenggara untuk menyelenggarakan vaksinasi.

“Khusus UHO kami target sebanyak 300 orang dengan sasaran mahasiswa dan pegawai rektorat, nampaknya bisa mencapai 400 orang, antusiasmenya tinggi” katanya.

Ia pun berharap seluruh masyarakat ikut berperan aktif dalam program vaksinasi yang digelar pemerintah agar dapat membentuk ketahanan kelompok. Selain itu, ia juga mengimbau warga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas di luar rumah.

Sebelumnya, BIN Sultra juga telah melaksanakan vaksinasi pada 4 hingga 6 November 2021 dengan capaian 6.100 orang pada 10 kabupaten/kota di Sultra lalu BIN Sultra kembali menggelar vaksinasi di 4 kabupaten/kota di Sultra pada tanggal 11 hingga 13 November 2021 dan berhasil mendapatkan 3.500 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini