Sambangi Hatungun, BIN Beri Vaksinasi untuk 500 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, HATUNGUN – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan atau Binda Kalsel menggelar vaksinasi massal bagi warga dan santri di Kecamatan Hatungun pada Senin, 25 Oktober 2021. Kegiatan ini berpusat di Pondok Pesantren Muthi’ul Huda.

Kali ini Binda Kalsel menggandeng tiga tim Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Hatungun, Puskesmas Tambarangan dan Puskesmas Binuang dengan membawa 500 dosis vaksin merk Sinovac.

Kepala Bagian Operasi Binda Kalsel Drs Supriyono mengatakan bahwa hari ini pihaknya melaksanakan vaksinasi tahap dua di sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan salah satunya secara door to door atau dari rumah ke rumah bagi masyarakat warga Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin.

“Kita gandeng Tenaga Kesehatan (Nakes) di masing masing kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalimantan selatan untuk melakukan vaksinasi tahap dua ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan vaksinasi dosis dua yang diselenggarakan hari ini merupakan lanjutan dari sasaran dosis satu sebelumnya pada bulan September 2021. Adapun jumlah dosis vaksin yang disiapkan sebanyak 13.500 dosis.

“Total sebanyak 13.500 dosis dilaksanakan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi Kalimantan Selatan dan dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah, vaksinnya sinovac,” katanya.

Supriyono menegaskan bahwa upaya vaksinasi ini merupakan perintah Presiden RI Ir Jokowidodo melalui Kepala BIN RI Jendral Pol ( Pur) Budi Gunawan untuk turut serta mengejar pencapaian cakupan vaksinasi,agar target hard immunity sebesar 70 persen dapat tercapai pada bulan Desember tahun 2021 mendatang.

Sementara Camat Kecamatan Hatungun Slamet mengapresiasi bantuan vaksinasi dari Binda Kalsel di wilayahnya.

“Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada BIN, Dinkes, PKM dan Ponpes Muthi’ul Huda yang telah melaksanakan giat vaksinasi di kecamatan Hatungun,” ujarnya.

Slamet berharap dengan capaian vaksinasi di pondok pesantren bisa sebagai dasar bagi pelakasanaan pembelajaran tatap muka ( PTM) untuk Tsanawiyah dan Aliyah khususnya juga umumnya bagi seluruh sekolahan yang ada di Kecamatan Hatungun.

“Selain vaksinasi ini dilaksanakan di Ponpes Muthi’ul Huda Hatungun kami juga berharap dapat dilaksanakan SMP atau sekolah lain yang ada di Kecamatan Hatungun,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini