Salut! Henry Sumbangkan Semua Gaji di Piala Eropa 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Thierry Henry dikabarkan menyumbangkan semua gaji yang diterimanya selama Piala Eropa 2020. Legenda Arsenal itu menjabat asisten pelatih Belgia.

Bersama pelatih Roberto Martinez, Henry membantu Belgia agar bisa tampil maksimal di Piala Eropa 2020. Meski berhasil memaksimalkan peran Romelu Lukaku, faktanya The Red Devils terisingkir di perempatfinal.

Kevin De Bruyne dkk. dihentikan Italia dengan skor 1-2. Dalam perjalanannya, Italia berhasil melangkah ke final setelah menyingkirkan Spanyol dalam adu penalti.

Menurut The Sun, Selasa 7 Juli 2021, Henry menyumbangkan semua pendapatannya selama bekerja menjadi asisten pelatih Belgia di Piala Eropa 2020 untuk amal.

Sebelumnya, Henry pernah melakukan hal serupa ketika dia menjadi asisten pelatih Belgia rentang 2016-2018 dan membantu Belgia menjadi peringkat tiga Piala Dunia.

Kontrak pria 43 tahun itu bersama Belgia habis usai Piala Eropa 2020. Kini, dia bisa mencari pekerjaan lagi sebagai pelatih klub yang pernah dijalaninya bersama AS Monaco dan Montreal Impact.

Henry memutuskan mundur dari posisi pelatih Montreal Impact dengan alasan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Selain kembali menjadi pelatih, bisa saja dia menjadi pundit lagi di televisi.

Saat masih aktif bermain, Henry dikenal sebagai legenda Arsenal. Dia bermain bersama The Gunners rentang 1999-2007 dengan mencatatkan 370 penampilan dan mengemas 226 gol termasuk memenangkan dua trofi Liga Premier Inggris dan dua Piala FA.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini