Perdana! Netflix Rilis Trailer ‘Kissing Booth 3’ Tayang Agustus 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira untuk kamu yang sudah menantikan film terbaru Netflix. The Kissing Booth 3 bakal tayang pada Agustus 2021.

Lewat akun Instagramnya, Netflix juga mengunggah trailer perdana sekuel ketiga Kissing Booth itu. Dalam trailer itu, nampak Elle, Jacob dan kawan-kawan memutuskan untuk pergi dan tinggal di sementara di pantai.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Netflix US (@netflix)

“Ini semua dimulai dengan ciuman,” tulis Netflix, Rabu 7 Juli 2021.

Keputusan Elle untuk tetap bersama sahabatnya, Flynn atau kekasihnya, Noah mungkin akan menjadi plot utama film ketiga ini. Di akhir film kedua, Elle diterima di dua universitas, Berkeley dan Harvard di mana masing-masing merupakan tempat Lee dan Noah.

Sementara itu, Beth Reekles, penulis novel The Kissing Booth yang diadaptasi menjadi film ini belum lama membagikan poster resmi The Kissing Booth 3 melalui Twitter. Poster ini menjanjikan kepada penggemar bahwa film akan menjadi “Akhir dari sebuah era.”

Dua film sebelumnya menceritakan pasang surut hubungan rahasia Elle dan Noah, serta nasib persahabatan dengan Flynn. Film ketiga mungkin akan menjadi jawaban dari dua film sebelumnya, dan fokus pada keputusan Elle antara persahabatan atau percintaan

Meski begitu, The Kissing Booth 3 mungkin juga bukan film terakhir dalam waralaba, mengingat keterangan dalam poster juga mengatakan “Awal dari segalanya.” Reekles sendiri mulai menulis waralaba ini pada 2012. The Kissing Booth 3: One Last Time merupakan karya ketiga dari cerita cinta Elle.

Buat kamu yang sudah gak sabar, film The Kissing Booth 3 bakal tayang di Netflix, Agustus 2021 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini