Saat Jokowi Terluka di Kendari

Baca Juga

MINEWS.ID, KENDARI – Tangan calon presiden petahana Presiden Jokowi terluka saat ikut jalan kaki santai bersama warga Kota Kendari. Pengobatannya cukup sambil berjongkok untuk memasang plester obat pada bagian yang luka.

Peristiwa itu terjadi saat dia dan ribuan warga Kota Kendari berada di garis finish jalan santai yaitu Tugu Persatuan eks MTQ, Kota Kendari.

Di situ lah dia memanggil ajudan dan dokter kepresidenan sambil berjongkok di panggung. Jokowi tampak membersihkan sendiri luka di tangannya dengan tisu yang diberikan ajudan dan dokter.

“Perih tapi enak,” kata Jokowi saat ditanya wartawan soal lukanya itu.

Setelah itu dia kembali menyapa warga Kendari yang sudah antusias menunggunya. Tidak kesan kapok di gerak tubuh dan raut wajahnya. Padahal, luka di tangan Jokowi itu akibat dia harus melayani ribuan warga Kendari bersalaman dan berselfie.

Berebutnya warga untuk mendekat dan bersalaman serta berselfie dengan Jokowi sudah mulai dari garis start.

Selain bisa bersalaman dan berselfie warga Kendari juga bisa memilih makanan di penjual yang ada di sekitar tugu itu seperti bakso maupun siomay karena sudah dibayari Jokowi.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini