Rusia Sebut AS Tukang Fitnah

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) kerap menebar fitnah.

Pernyataan ini dilontarkan Peskov menyusul tuduhan AS terhadap Rusia yang berencana mengarang serangan yang dilakukan oleh Ukraina agar dapat digunakan sebagai dalih menginvasi Kiev.

“Ini bukan laporan pertama. Hal serupa juga dikatakan sebelumnya. Tapi tidak ada yang keluar,” kata Peskov kepada Kantor Berita TASS.

Sementara itu, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan skema itu termasuk produksi video propaganda grafis yang akan menunjukkan ledakan yang dipentaskan dan menggunakan mayat serta aktor yang menggambarkan pelayat yang berduka.

“Kami telah membahas gagasan bendera palsu ini oleh Rusia sebelumnya, kami tidak merahasiakannya. Kami memang memiliki informasi bahwa Rusia cenderung ingin mengarang dalih untuk invasi, yang sekali lagi, tidak sesuai dengan pedoman mereka,” ungkap John Kirby, melansir Al Jazeera.

Tuduhan itu muncul di tengah ketegangan antara Washington dan Moskow atas pengerahan sekitar lebih dari 100.000 tentara Rusia di dekat perbatasan utara dan timur Ukraina.

Kehadiran pasukan dan ketidakpastian telah membuat takut Ukraina dan merugikan ekonomi negara, sambil meningkatkan kekhawatiran di AS dan Eropa bahwa Rusia mungkin bersiap untuk menyerang.

Namun, Moskow telah berulang kali membantah tuduhan tuduhan tersebut, sambil dengan keras menentang upaya Ukraina untuk bergabung dengan pakta pertahanan NATO.

Moskow juga menginginkan jaminan keamanan bahwa aliansi yang dipimpin AS akan menghentikan ekspansinya ke bekas republik Soviet. Tetapi Washington dan NATO telah menolak permintaan tersebut.

Rencana serangan palsu di wilayah Rusia atau orang-orang berbahasa Rusia terungkap dalam informasi rahasia yang dibagikan kepada pejabat Ukraina dan sekutu Eropa dalam beberapa hari terakhir. Ini adalah tuduhan terbaru oleh AS bahwa Rusia berencana menggunakan dalih palsu untuk berperang.

“Salah satu opsi adalah pemerintah Rusia, kami pikir berencana untuk melakukan serangan sinkronisasi oleh militer Ukraina atau pasukan intelijen terhadap wilayah kedaulatan Rusia atau terhadap orang-orang berbahasa Rusia, untuk membenarkan tindakan mereka,” kata Kirby kepada wartawan di Pentagon.

AS belum memberikan informasi rinci yang mendukung temuan intelijen tersebut. Namun, ini bukan pertama kalinya AS menuduh Rusia mengembangkan operasi false flag atau bendera palsu untuk menciptakan dalih aksi militer terhadap Ukraina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersinergi Tolak Politik Identitas Dalam Pilkada 2024

Di tengah gemuruh persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, suara-suara yang menolak politik identitas semakin nyaring terdengar. Aksi bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini