Rupiah Kembali Menguat Sore ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di akhir perdagangan Kamis 3 September 2019. Rupiah berada di posisi Rp14.172 per dolar AS atau menguat 0,17 persen.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.193 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.207 per dolar AS.
Mengutip data RTI Business, hari ini rupiah bergerak di rentang Rp14.170 per dolar AS hingga Rp14.198 per dolar AS.

Senasib dengan rupiah sore hari ini mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS.
Misalnya dolar Singapura menguat 0,25 persen. Yen Jepang menguat 0,06 persen. Peso Filipina menguat 0,38 persen. Yuan China menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,21 persen.

Mata uang negara maju malah melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, euro melemah 0,03 persen. Cuma dolar Australia menguat 0,22 persen.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini