Rosi dan Netizen Ngilu Lihat Tingkah Susi Pudjiastuti Seperti Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sempat menunjukkan tingkahnya yang bikin ngilu netizen.

Itu adalah tingkah saat dia sedang menggendong dan menimang bayi baru berumur beberapa bulan saja.

Timangan yang dibagikannya melalui media sosial membuat netizen ngilu melihatnya.

Terkesan perempuan 50 tahunan tersebut akan melempar sang bayi.

Apalagi cara memegang bayi yang tidak kuat khawatir sang bayi akan terlempar saat ditimang.

Namun, sang bayi tidak menangis karena takut, justru sangat tenang tetapi menunjukkan kenyamanan.

Reaksi ngilu itu diungkapkan anchor televisi Rosi Silalahi melalui akun silalahirosi. “Aduuuhhh Ibuuuuu…. Aku yg ngilu liatnyaaa…..?,”

Pemilik akun handreagunawan juga berkomentar sama, “Gak boleh gedong bayi gitu. Syarafnya masi lemah semua. Hororr.”

Pemilik akun evasilvanaoct bahkan minta Susi mengurangi timangannya, “Duh bu jangan keras2… .”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini