Ria Irawan Dirawat di Rumah Sakit, Sang Kakak Minta Doanya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Setelah dinyatakan sembuh pada awal 2019 lalu dari kanker kelenjar getah bening yang dideritanya. Kabar terbaru, dari artis senior Ria Irawan ternyata saat ini kembali dirawat di RSCM sejak 1 September lalu.

Sebelumnya sang kakak, Dewi Irawan memperlihatkan kondisi Ria di laman Instagramnya. Ria Irawan terlihat sedang berbaring di kasur rumah sakit. Dalam sebuah pesan yang tersebar, dituliskan sel kankernya sudah menyebar ke otak dan paru-paru.

“Sekarang kita lagi fokus dulu ya. Nanti baru dikasih tahu. Ini masih dalam taraf awal soalnya,” ujar sang kakak Dewi saat dihubungi awak media, Jumat 6 September 2019.

Dirinya belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai penyakit sang adik, namun ia menyebut soal metastase ini. Dia pun hanya meminta doa kesembuhan untuk Ria Irawan.

Melihat dari berbagai sumber, metastase atau metastasis adalah penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan ke organ atau jaringan lainnya. Penyebaran tersebut biasanya menyebar melalui darah atau kelenjar getah bening.

Pada awal 2019 Ria Irawan menyatakan sudah sembuh dari kanker kelenjar getah bening. Meski begitu, Ria memang mengatakan masih terus melakukan kemoterapi

 

 

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini