Resmi Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ternyata Ini Tugas Ahok Sebenarnya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Hari ini, 25 November 2019, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Banyak yang mengira dia akan menguasai BUMN perminyakan tersebut, ternyata tugas yang diberikan kepadanya hanya pengawasan internal.

“Jadi ini beda dengan waktu jadi gubernur dulu,” kata Ahok usai menerima SK pengangkatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Sebelumnya, Pertamina melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang menunjuk Ahok dan Budi Gunadi Sadikin sebagai wakil komisaris utama, Senin pagi.

Sejak diumumkan, Serikat Pekerja Pertamina paling gencar menyuarakan penolakan terhadap Ahok.

Namun, prosesi penyerahan SK pengangkatan komisaris utama dan wakil komisaris utama Senin pagi berjalan lancar.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan Pertamina membutuhkan sosok pendobrak sehingga dia menunjuk Ahok sebagai komisaris utamanya.

Selain itu, Erick juga menunjuk mantan Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah sebagai komisaris utama di Bank BTN.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini