Renungan Suci di TMP Kalibata Dipimpin Langsung Presiden Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Untuk mengenang jasa para pahlawan dan memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia, apel kehormatan dan renungan suci digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Sabtu 17 Agustus 2019 malam pukul 00.00 WIB.

Apel dan renungan suci itu dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo yang tiba di lokasi sekitar pukul 23.50 WIB, Jumat 16 Agustus 2019. Bersama Jokowi, hadir juga Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat penting pemerintahan.

Ketika upacara dimulai, seluruh lampu di sekitar TMP Kalibata dipadamkan. Akses jalan menuju makam pahlawan sudah ditutup dan dijaga ketat TNI-Polri.

Presiden Jokowi pun lalu membacakan naskah apel kehormatan dan renungan suci, serta memimpin proses mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan Indonesia.

“Kami yang hadir hari ini, Sabtu 17 Agustus 2019 pukul 00.00 WIB, pada upacara mengenang jasa arwah para pahlawan nusa dan bangsa yang sudah bersemayam di taman makam pahlawan ini sebanyak; satu, TNI Polri 9081 pahlawan; dua, Badan Perjuangan 859 pahlawan; tiga, Tokoh Nasional 43 pahlawan; empat, tidak dikenal 43 pahlawan. Jumlah total 10.026 pahlawan,” ujar Jokowi sebagai inspektur upacara.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini