Rektor Asing Pertama di Indonesia Bakal Isi Perguruan Tinggi Swasta

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Rektor asing pertama yang akan rekrut pemerintah berasal dari Asia dan untuk perguruan tinggi swasta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Presiden Moeldoko di Jakarta.

“Nanti negaranya akan disampaikan,” kata mantan panglima TNI tersebut.

Menurutnya, seperti dikutip 15 Agustus 2019, perihal mengundang rektor asing itu sudah dibahas matang Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kepala Staf Presiden kembali lagi menjelaskan rencana mendatangkan rektor asing bukan berarti membuktikan kualitas rektor dalam negeri yang kurang baik. Itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas rektor dalam negeri dengan cara memperketat kompetisi.

Dia mengibaratkan, kehadiran rektor asing untuk memacu melakukan lomba lari. Jika tidak ada rektor asing, para rektor dalam negeri tidak akan mau melakukannya.

Menurutnya, adanya rektor asing dipastikan sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak daya saing Indonesia. Saat ini dalam indeks daya saing global (World Competitiveness Index), Indonesia berada di peringkat 45 dari 140 negara.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini