Rekor Liverpool Lawan Tim Spanyol Memang Buruk

Baca Juga

MATA INDONESIA, LIVERPOOL – Liverpool tersingkir di perempatfinal Liga Champions. Catatan The Reds menghadapi klub asal Spanyol memang tidak menggembirakan.

Berlaga di Anfield pada leg kedua perempatfinal Liga Champions, Kamis 15 April 2021 dini hari WIB, Liverpool ditahan imbang Real Madrid tanpa gol.

Dengan demikian, Liverpool tersingkir dengan agregat 1-3 setelah pada leg pertama di Alfredo Di Stefano stadium kalah 1-3.

Catatan Liverpool lawan klub asal Spanyol memang buruk di Liga Champions. Dari 11 pertandingan, mereka hanya menang satu kali dan sisanya adalah, imbang tiga serta kalah tujuh.

Satu-satunya kemenangan yang diraih Liverpool lawan klub asal Spanyol adalah di musim 2018/19 dimana mereka menundukkan Barcelona. Ketika itu, Si Merah kalah 0-3 di leg pertama dan membalikkan kedudukan 4-3 di leg kedua.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menilai anak asuhnya gagal menciptakan momen kunci yang bisa menjadi titik balik untuk comeback.

“Anda selalu butuh momen kunci. Kami tidak kalah hari in, kami kalah di Madrid. Tidak nyaman main di Madrid. Hari ini kami tampil bagus, agresif, punya banyak peluang. Kami gagal mencetak gol,” ujar Klopp, dikutip dari BBC, Kamis 15 April 2021.

“Kami mencintai kompetisi ini dan untuk alasan itu, sangat penting bagi kami untuk tampil lagi di sini musim depan. Kini kami bisa konsentrasi ke Liga Premier Inggris. Kami harus bekerja keras,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini