Ramai Vaksin Booster Covid-19, Apa sih Manfaatnya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Banyaknya merek vaksin yang masuk ke Indonesia pada saat ini menyebabkan banyak orang berharap mendapatkan booster.

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc. mengungkapkan bahwa konsep mengenai vaksin booster harus diluruskan. Mengingat ternyata banyak yang keliru dengan konsep booster tersebut.

“Booster itu pengulangan dengan vaksin yang sama. Tujuannya untuk memperkuat. Jadi kalau misalnya nakes vaksin pertama dengan Sinovac, keduanya dengan Sinovac, kemudian sekarang dengan Moderna, namanya bukan booster lagi,” ujar Andani.

Menurutnya, vaksin booster memiliki fungsi sebagai penguat untuk sel memori yang telah disuntikkan pada dosis sebelumnya. Sehingga jika ingin disebut sebagai booster, maka jenis vaksin yang digunakan pun harus sama dengan suntikan sebelumnya.

Ketika seseorang menggunakan vaksin dengan merk yang berbeda, maka itu sebenarnya merupakan pengulangan. Terkait itu, seseorang dapat dikatakan mendapatkan dua jenis vaksin, bukan booster.

“Tidak ada istilah booster sebenarnya untuk vaksin ketiga. Kalau Sinovac untuk pertama, kedua, dan ketiga, sepakat kita itu booster. Tapi kalau kita sudah memberikan vaksin yang berbeda, itu namanya vaksin baru yang kita berikan,” katanya.

Andani menjelaskan, apabila seseorang mendapatkan vaksin dengan bermacam-macam merk atau varian, sel memori yang terbentuk dalam tubuh pun akan semakin banyak.

Maka nantinya ketika ada virus yang masuk, tubuh pun sudah dapat mengenali varian tersebut. Terlebih, antibodi sendiri bersifat spesifik.

Lalu, apa yang akan terjadi bila sel memori tidak dapat mengingat atau mengenali virus yang masuk? Seseorang pun berpotensi untuk terinfeksi kembali. Kemudian sel memori baru akan terbentuk lewat varian baru yang masuk tersebut.

“WHO itu mengatakan bahwa kenapa orang yang sudah terinfeksi diizinkan vaksin? Biar membentuk variasi dari sel pengingatnya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini