Putin Sebut Aktivitas Neo Nazi dan Pembangunan Infrastruktur Militer di Ukraina Ancam Rusia

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Presiden Vladimir Putin menyebutkan perkembangan neo-Nazi dan rencana pembangunan infrastruktur militer di Ukraina telah menjadi ancaman bagi Rusia.

“Rusia meluncurkan serangan pre-emptive pada agresi. Itu adalah keputusan yang dipaksakan, tepat waktu, dan satu-satunya yang benar. Keputusan dari negara yang berdaulat, kuat, dan mandiri,” kata Putin yang dikutip dari laman resmi Kepresidenan Rusia, Selasa 10 Mei 2022.

Desember lalu Putin mengaku mengusulkan penandatanganan perjanjian tentang jaminan keamanan.

Rusia mendesak Barat untuk mengadakan dialog yang jujur ​​dalam mencari solusi yang berarti dan kompromi, dan untuk mempertimbangkan kepentingan masing-masing.

Namun, semua menjadi sia-sia karena negara-negara NATO tidak mau mengindahkan Rusia.

Apalagi, Putin mengakui melihat infrastruktur militer sedang dibangun, ratusan penasihat asing mulai bekerja, dan pasokan reguler persenjataan mutakhir dikirim dari negara-negara NATO.

Dia mengungkapkan bahwa ancaman tumbuh setiap hari, maka Rusia meluncurkan serangan pre-emptive pada agresi.

Itu adalah keputusan yang dipaksakan, tepat waktu, dan satu-satunya yang benar menurut Putin.

Keputusan dari negara yang berdaulat, kuat, dan mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini