PSSI dan Kemenpora Bicara soal Ulah Fans Persija dan Persib

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam rapat hasil evaluasi Piala Menpora, dibahas soal ulah fans Persija dan Persib. PSSI dan Kemenpora menyayangkan aksi tersebut.

Sekelompok fans Persija merayakan kemenangann tim kesayangannya di jalan, berkerumun, dan banyak yang tak memakai masker. Hal ini sangat disayangkan, padahal selama Piala Menpora berlangsung, semua fans patuh dengan tidak datang ke stadion.

Di sisi lain, sekelompok fans Persib meluapkan kekecewannya setelah tim kesayangannya kalah di Piala Menpora. Ada sejumlah oknum yang melempari dan merusak kantor PT Persib Bandung Bermartabat.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyayangkan dua insiden tersebut. Dia meminta pihak kepolisian mendalami apa motif dari mereka semua, karena kejadian ini di luar penyelenggaraan yang sudah selesai.

“Kami menyayangkan peristiwa ini terjadi. Tentu nanti akan jadi evaluasi PSSI apa yang akan dilakukan pada oknum suporter ini. Karena memang ada kelompok suporter yang betul-betul ikut menjaga dan berkomitmen di Piala Menpora. Jadi biarlah ini menjadi evaluasi bersama,” kata Iriawan, di laman resmi PSSI, Rabu 28 April 2021.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menyebut, ulah suporter Persija dan Persib itu sudah ditangani pihak kepolisian.

“Tentang kejadian yang muncul setelah laga final baik di Jakarta maupun di Bandung, sekarang ini sedang ditangani oleh pihak Polri, baik di Mabes maupun Polda Metro maupun Polda Jabar. Sedang didalami serta apabila ditemukan unsur-unsur yang mengandung pelanggaran hukum tentu Mabes Polri akan melakukan penindakan hukum,” kata Amali.

“Terkait dengan suporter, kami berkesimpulan bahwa kami akan melakukan pembinaan lebih serius lagi terhadap para suporter, dan itu PSSI dan PT LIB yang akan melakukan. Lalu menyangkut penerapan PPKM skala mikro yang sekarang sedang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

“Nantinya untuk kegiatan-kegiatan berikutnya akan melibatkan instrumen-instrumen PPKM skala mikro yang ada di tingkat desa atau kelurahan dengan aparat TNI dan Polri di tingkat tersebut,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Saat Pemerintah dan BI Bersinergi Menjaga Rupiah

Oleh : Ricky Rinaldi Stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga ketahananekonomi nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, nilai tukar menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara. Dalam situasitersebut, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalammenjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.Nilai tukar tidak hanya berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, tetapijuga berpengaruh terhadap inflasi, investasi, dan daya beli masyarakat. Ketika rupiah berada dalam kondisi stabil, pelaku usaha dapat melakukan perencanaanbisnis dengan lebih baik dan masyarakat memiliki kepastian yang lebih besar dalammenjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, stabilitas rupiah menjadi kepentinganbersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitasekonomi merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, pemerintahberkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Stabilitas rupiah menjadi bagian dariupaya menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif.Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan. Pengelolaan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara yang sehat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwaperekonomian nasional berada dalam kondisi yang terkendali. Ketika kebijakan fiskalberjalan secara kredibel, tekanan terhadap nilai tukar dapat diminimalkan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa koordinasi kebijakanmenjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent perlu berjalan seiring dengankebijakan moneter yang responsif agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi akan memperkuat kemampuan Indonesia menghadapiberbagai tekanan eksternal.Di sisi lain, Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini