Proyek Penataan Kawasan Pura Agung Besakih Sudah 11,47 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, DENPASAR – Kawasan Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali saat ini sedang dalam penataan. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, penataan pura dengan mekanisme rancang dan bangun (design and build) sejak Agustus 2021 dan rampung Desember 2022.

Kemajuan penataan fisik saat ini telah mencapai 11,47 persen. Pelaksanaan fisik penataan oleh PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana, serta PT Ciriajasa Cipta Mandiri selaku manajemen konstruksi. Menggunakan biaya APBN sebesar Rp 378,4 miliar.

“Yang terpenting dari penataan kawasan ini untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Minggu 6 Maret 2022.

Dia menuturkan, selama pengerjaan fisik ini penatannya tidak menyentuh area bangunan utama pura yang menjadi tempat ibadah. Pura Agung Besakih menjadi pusat peribadatan umat Hindu di Bali, sekaligus destinasi wisata kelas dunia.

Kunjungan yang ramai membuat kondisi kurang tertata dan berdampak pada kekhidmatan dan kenyamanan saat beribadah. “Untuk itu akan ada alur masuk dan keluar yang berbeda. Sehingga tidak ada penumpukan, termasuk sirkulasi jalan untuk kendaraan,” ujar Basuki.

Penataan pada dua area, yaitu Area Manik Mas dan Area Bencingah. Penataan Area Manik Mas meliputi gedung parkir setinggi lima lantai, 18 unit kios besar, 12 unit kios kecil, Bale Pasandekan, Pura Melanting, bangunan Anjung Pandang, dan jalan akses.

Kemudian penataan Area Bencingah meliputi pembangunan 196 unit kios besar, 162 unit kios kecil, Bale Pasandekan, 2 unit bale gong, pelataran, dan area bermain anak.

Pura ini terletak kurang lebih 52 kilometer dari kota Denpasar. Kawasan suci yang terdiri dari 117 pura ini sering digunakan untuk kegiatan ritual pada waktu-waktu seperti upacara Tawur Labuh Gentuh, Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, dan Panca Wali Krama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini