Protokol Covid-19 Kian Digalakkan Jelang Derby Milan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Derby della Madonnina yang mempertemukan AC Milan vs Inter Milan pada Sabtu 17 Oktober 2020 mendatang masih dibayangi pandemi Covid-19.

Kini Milan telah memperketat upaya pencegahan untuk para pemainnya, terkhusus bagi Zlatan Ibrahimovic yang baru sembuh dari Covid-19.

Milan tak mau ambil risiko menambah daftar panjang pemainnya yang harus dirumahkan karena corona. Saat ini saja, ada Leo Duarte dan Matteo Gabbia yang menjalani karantina.

Apalagi, sejumlah pemain sempat dipanggil untuk membela timnas masing-masing pekan lalu. Mereka yang kembali ke klub, wajib mengikuti pemeriksaan untuk mendeteksi Covid-19.

Diperkirakan, semua pemain Milan yang mengikuti jeda internasional, akan kembali ke klub pada Kamis 15 Oktober mendatang. Rossoneri juga tak mau ambil risiko lebih lanjut, apalagi Inter saat ini memiliki enam pemain yang terjangkit corona.

Di antaranya adalah Radja Nainggolan, Ashley Young dan Skriniar. Mereka dipastikan tak tampil dalam derby panas pekan ini.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini