Presiden Jokowi Kirim Bantuan untuk Korban Kerusuhan Wamena

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Untuk membantu meringankan beban pengungsi kerusuhan di Kota Wamena, Presiden Jokowi mengirimkan 1.380 paket Bantuan Presiden yang diterbangkan Selasa 1 Oktober 2019.

Paket bantuan itu terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 kotak teh celup, 1 kotak biskuit dan 1 botol air mineral. Setiap paket untuk setiap korban.

Bantuan diangkut pesawat Hercules A-1320 TNI-AU yang bertolak dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Bantuan tersebut diterbangkan bersamaan dengan bantuan untuk korban gempa Ambon. Untuk Ambon, Presiden Jokowi mengirimkan 2.000 paket.

Paket-paket tersebut telah diserahkan kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku pada Selasa 1 Oktober 2019.

“Setelah itu, akan ada lagi pengiriman 3.620 paket bantuan berbeda pada Kamis 3 Oktober 2019 dan Jum’at 4 Oktober 2019,” demikian siaran pers dari Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini, Rabu 2 Oktober 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini