Presiden Baru Barcelona Langsung Bahas Messi

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Joan Laporta resmi menjadi presiden baru Barcelona. Dalam pernyataan pertamanya, dia langsung menyebut nama Lionel Messi.

Dalam proses pemilihan yang dilakukan pada Minggu 7 Maret 2021, Laporta mengalahkan dua pesaingnya Victor Font dan Toni Freixa. Laporta mendapat 54,28 persen suara dari total 30.184 member klub.

Laporta pernah jadi presiden Barcelona periode 2003-2010 dan saat itu adalah periode tersukses Barcelona dimana mereka memenangkan 12 trofi termasuk treble di bawah asuhan Pep Guardiola di 2009.

Sejak menyatakan maju sebagai calon presiden Barcelona, Laporta berjanji akan berusaha sekuat tenaga meyakinkan Messi bertahan di Camp Nou, tapi kontrak pemain asal Argentina itu habis pada Juni mendatang dan belum ada tanda-tanda pemain 34 tahun itu berubah pikiran.

“Hari ini menandai 20 tahun sejak seorang bocah bernama Leo Messi melakoni debutnya bersam Barcelona Infantil B (tim U-12 dan U-13). Melihat pemain terbaik di dunia datang memilih bersama putranya adalah contoh apa yang kami pernah katakan,” ujar Laporta, dikutip dari Sky Sports, Senin 8 Maret 2021.

“Messi mencintai Barcelona. Itu yang menggambarkan pemandangan tersebut. Pemain terbaik di dunia mencintai Barcelona. Semoga itu bisa membantunya bertahan di Barcelona. Itu yang kami inginkan,” katanya.

Messi sempat menyatakan keinginannya hengkang dari Barcelona akhir musim lalu, tapi dihalangi mantan presiden Barcelona, Josep Bartomeu. Hingga kini Messi belum bicara dengan klub mana pun meskipun dia diperbolehkan bernegosiasi per Januari 2021.

“Terima kasih pada tim kampanye dan relawan sebagai bagian dari kesuksesan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih pada media yang meliput jalannya pemilihan presiden ini,” ungkap Laporta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini