Polres Mimika Bongkar Sindikat Perdagangan Amunisi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Petugas gabungan kepolisian Resor Mimika bersama Batalyon B Brimob Polda Papua tengah menyelidiki temuan puluhan amunisi dan pelontar aktif yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka, Timika.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Era Adhinata mengatakan adanya temuan puluhan amunisi dan pelontar aktif saat petugas sedang membersihkan TPA Iwaka pada Selasa 31 Desember 2019 dan Rabu 1 Januari 2020.

“Masih diselidiki oleh tim khusus. Barang buktinya sudah diamankan oleh rekan-rekan Brimob,” kata AKBP Era Adhinata di Timika, Minggu 5 Januari 2020.

Informasi yang dihimpun ANTARA di Timika menyebutkan puluhan amunisi dan pelontar aktif itu pertama kali ditemukan oleh Hendra (17), operator alat berat di lokasi TPA sampah Distrik Iwaka.

Berdasarkan keterangan Hendra, sebagaimana dilaporkan oleh Darjo, rekan sesama operator alat berat di TPA sampah Iwaka diketahui barang yang disimpan dalam sebuah bungkusan plastik itu dibuang ke TPA bersama sampah-sampah rumah tangga lainnya.

Selanjutnya, diangkut truk sampah milik Pemkab Mimika berwarna hijau dengan nomor lambung 10 berpelat nomor DS-9593-MA.

Setelah dibuka, diketahui bungkusan plastik tersebut berisi amunisi sebanyak 10 butir kaliber 5.56.5 TJ. Pada hari Rabu 1 Januari 2020 di lokasi yang sama juga ditemukan dua butir pelontar GLM dan 50 butir amunisi kaliber 5,56.5 TJ.

Temuan tersebut lantas diserahkan kepada Aipda I Made Parika selaku anggota Kompi 4 Pleton 2 Batalyon B Brimob Polda Papua, kemudian diserahkan kepada Aipda Iwan Rindu selaku Komandan Tim Wanteror Batalyon B Brimob Polda Papua.

Sebelumnya, di lokasi TPA Iwaka juga pernah ditemukan amunisi serupa kaliber 5,56.5 JT. Beberapa bulan sebelumnya aparat juga membongkar sindikat perdagangan ribuan amunisi aktif di Kota Timika.

Tiga pelaku yang terlibat dalam kasus itu kini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Timika.

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini