Polda Papua Sukses Berikan Vaksinasi untuk 261 Orang di Jayapura

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Papua ikut menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum dan anak usia 12-17 tahun. Kegiatan ini digelar di Cafe Pit’s Corner, Jl. Kasuari No. 02 Dok V Atas Distrik Jayapura Utara, Papua.

Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol Nariyana pun berterima kasih atas bantuan Pit’s Corner untuk mengajak warga menjalani vaksinasi di tengah pandemi COVID-19. Jumlah yang divaksin sebanyak 261 orang.

“Masyarakat yang sudah di vaksin, tetap harus menjalankan prokes ketat,” katanya, Sabtu 17 Juli 2021.

Menurutnya, sebelumnya jumlah peserta vaksin berjumlah 281 Orang. Untuk penerima vaksin dosis ke-1 sebanyak 246 orang. Di mana masyarakat umum sebanyak 189 orang. Selanjutnya untuk anak usia 12-17 tahun sebanyak 57 orang.

Lalu untuk penerima vaksin dosis kedua sebanyak 15 Orang. Sedangkan 20 orang lainnya tak bisa divaksin lantaran hasil skrining tidak memenuhi syarat dan ketentuan untuk dilakukan vaksin.

Kegiatan vaksinasi tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Seorang warga yang menerima vaksin, Nelson Wenda berterima kasih dengan gerai vaksinasi yang dilaksanakan dekat pemukiman warga di Dok V Jayapura.

“Vaksin gratis disambut baik oleh seluruh warga, terlebih untuk mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini