Polda Metro dan Mabes Polri Selidiki Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang

Baca Juga

MATA INDONESIA, TANGERANG – Polda Metro Jaya bersama dengan Mabes Polri menyelidiki penyebab kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 41 narapidana.

Kebakaran diperkirakan terjadi Rabu 8 September 2021 dini hari WIB di Blok C2. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik.

Korban luka-luka dan meninggal dunia sudah ditangani petugas. Untuk korban luka-luka dibawa ke RSUD Tangerang. Pengamanan ketat dilakukan aparat gabungan kepolisian, TNI, dan petugas internal Lapas Kelas 1 Tangerang.

Insiden ini ditangani Polda Metro Jaya bersama Mabes Polri untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

“Tim dari Puslabfor Mabes Polri dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Tangerang bekerja maraton untuk mengetahui penyebab kebakaran,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Rabu 8 September 2021.

“Adapun yang meninggal ada 41 orang, kemudian yang luka (berat) ada 8 orang, 72 orang luka ringan, dirawat di Poliklinik Lapas Tangerang,” katanya.

Lapas Kelas 1 Tangerang menampung sekitar 2.072 warga binaan. Sementara itu, di Blok C, tempat terjadinya kebakaran menampung 122 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini