Mantul! ‘Shang-Chi’ Cetak Rekor Lagi di Box Office

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film ‘Sang-Chi and the Legends of the Ten Rings’ terus membuat kejuatan dengan mencatatkan rekor lagi di box office.

‘Sang-Chi’ mencatatkan rekor pendapatan kotor di hari Senin setelah sebelumnya juga mengukir rekor di penayangan perdananya di akhir pekan kemarin.

Film yang diperankan Simu Liu ini memecahkan rekor box office di pemutaran perdananya dengan meraup pendapatan 71,4 juta Dolar AS atau sekitar 1,01 triliun Rupiah. Sebelumnya, film ini diprediksi hanya meraup 40 hingga 50 juta Dolar AS dalam penayangan perdananya di akhir pekan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dimana masih banyak orang ragu datang ke bioskop.

Hasil penayangan perdana di akhir pekan dengan meraup 71,4 juta Dolar adalah yang tertinggi kedua di masa pandemi Covid-19. Di posisi teratas ada ‘Black Widow’ dengan 80,3 juta Dolar AS dan posisi tiga ditempai ‘F9’ dengan 70 juta Dolar AS.

Dalam penayangan empat hari hingga Senin 6 September 2021, ‘Shang-Chi’ meraup pendapatan 94 juta Dolar AS atau sekitar 1,33 triliun Rupiah. Perkiraan awal pendapatannya hanya 83,5 juta Dolar AS.

‘Shang-Chi’ juga menandai rekor pembukaan Hari Buruh, yang secara tradisional merupakan akhir pekan yang lamban di box office, mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya yang dicatatkan oleh ‘Halloween’ tahun 2007.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini