PM Italia: Natal Kali Ini Berbeda

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Italia masih berjuang melawan virus corona. Terbaru, Negeri Pizza menyetujui pembatasan demi menghindari lonjakan infeksi virus corona selama Natal dan Tahun Baru, termasuk larangan perayaan Misa tengah malam, dan larangan “mudik”.

Italia merupakan negara Eropa pertama yang terpukul oleh virus corona dengan lebih dari 58 ribu orang telah meninggal dunia sejak wabah menyerang pada Februari, jumlah korban tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris.

Pada Kamis (2/12), sebanyak 933 orang dilaporkan meninggal dunia –jumlah korban harian tertinggi di Italia. Rekor sebelumnya adalah 919 orang meninggal pada Maret atau pada gelombang pertama pandemi virus corona.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengatakan bahwa perjalanan luar kota antara tanggal 21 Desember hingga 6 Januari hanya diperbolehkan untuk alasan pekerjaan, medis, atau keadaan darurat. Pada Hari Natal, Boxing Day, dan Tahun Baru, warga Italia sama sekali tidak diizinkan meninggalkan kota mereka.

“Jelas ini akan menjadi Natal yang berbeda dari sebelumnya, tetapi itu tidak kalah otentiknya,” kata Perdana Menteri Giuseppe Conte mengimbau warganya untuk tidak mengundang tamu ke rumah selama perayaan Natal dan Tahun Baru, melansir Reuters, Sabtu, 5 Desember 2020.

Pemerintah daerah di Italia mengecam kebijakan pemerintah pusat dengan mengatakan bahwa mereka tidak diajak berkonsultasi mengenai pembatasan baru dan tidak memberi kompensasi kepada bisnis yang mengalami kolaps.

Dalam pernyataan bersama, pemerintah daerah mengatakan “minimnya diskusi tidak dapat menyeimbangkan pembatasan dengan kebutuhan keluarga.” Bukan rahasia bisa sejak awal pandemi telah terjadi gesekan konstan antara Roma dan otoritas regional.

“Keluarga-keluarga ini harus tetap terpecah bahkan ketika Natal. Ini adalah bukti lain bahwa pemerintah tidak mengenai Italia,” kata pemimpin partai oposisi, Liga Kanan, Matteo Salvini.

Sejumlah kebijakan yang diumumkan Conte telah bocor sebelumnya, termasuk penutupan resor ski selama liburan Natal dan pemberlakukan karantina 14 hari bagi siapa pun yang memasuki Italia antara 21 Desember dan 6 Januari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini