Piala Raja: Koeman Terpesona Barcelona Lolos dari Lubang Jarum

Baca Juga

MATA INDONESIA, GRANADA – Barcelona lolos dari lubang jarum menghadapi Granada di perempatfinal Piala Raja. Ronaldo Koeman kagum dengan aksi comeback anak asuhnya.

Berlaga di perempatfinal Piala Raja, Kamis 4 Februari 2021 dini hari WIB di Estadio de Los Carmenes, Barcelona mengalahkan Granada dengan skor 5-3 melalui perpanjangan waktu 2×15 menit.

Skor imbang 2-2 menghiasai laga dalam waktu normal 90 menit. Granada mampu unggul 2-0 hingga menit ke-87 berkat gol Kenedy dan Roberto Soldado.

Tapi, Barcelona bisa menyamakan skor 2-2 dalam waktu empat menit. Antoine Griezmann mencetak gol di menit ke-88 dan Jordi Alba memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu berkat gol di masa injury time atau menit ke-90+2.

Di babak perpanjangan waktu, Barcelona mencetak tiga gol tambahan melalui Griezmann, Alba, dan Frenkie de Jong, sedangkan Granada menambah satu gol melalui Fede Vico.

“Saya sangat bahagia dengan karakter yang ditunjukkan. Hal ini terlihat di ruang ganti pemain setelah pertandingan dan sekaligus menggambarkan seberapa bagus penampilan kami. Kami berada di jalur yang tepat,” kata Koeman, dikutip dari Marca, Kamis 4 Februari 2021.

“Ini sungguh luar biasa, sepak bola luar biasa. Saya pikir kami tampil bagus. Ada banyak peluang di awal-awal pertandingan, tim menunjukkan perjuangan keras. Di babak tambahan waktu kami juga luar biasa. Kami menunjukkan mentalitas tim,” ujarnya.

“(Dalam kondisi tertinggal 0-2) kami terus berusaha keras. Kami tahu sedikit dijauhi keberuntungan karena ada beberapa bola yang tak mau masuk ke gawang. Tampak kami nyaris kalah di pertandingan ini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

Oleh : Andhika Rachma )*Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang digital kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang belajar, hiburan, hingga interaksi sosial lintas generasi. Di tengah perkembangan tersebut, negara memilikitanggung jawab untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap aman, sehat, dan berpihak pada kepentingan publik, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Dalam konteks inilahpemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.Kehadiran PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola digital Indonesia. Regulasi ini tidak sekadar menjadi instrumen hukum, tetapi juga mencerminkan komitmennegara dalam membangun ruang digital yang lebih bertanggung jawab. Pemerintahmenempatkan pelindungan anak sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya penggunaanplatform digital oleh generasi muda. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang aktif melindungi anak-anak di ruangdigital dan tidak tertinggal dari negara lain dalam membangun tata kelola platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini