Petuah Bijak Sri Sultan Hamengkubuwono X di Masa Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sultan Yogyakarta Hamengkubuwono X menyampaikan pesan yang menyentuh kepada seluruh rakyat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Tanah Air.

Menurut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, pandemi telah mengajarkan dan menjadikan masyarakat lebih peduli.

“Jadi sadar lingkungan, peduli sesama insan, yang melintasi semua batas negara, agama dan ras,” kata Sri Sultan, Selasa 19 Mei 2020.

Selain itu, menurut Hamengkubuwono X, pandemi ini telah menjadi hikmah dan rahasia Ilahi yang ditunjukkan Tuhan YME. Masyarakat pun jadi lebih kreatif dalam bertahan hidup.

“Di balik itu semua, ada hikmah dari Yang Maha Kuasa. Kini kita bisa membaca teks alami yang selama ini jadi misteri,” ujar Sri Sultan.

Menurutnya, pandemi ini tak bisa hanya diselesaikan dengan ilmu medis, atau sekadar kebiasaan memakai masker dan cuci tangan, serta penerapan social distancing saja. Lebih dari itu, masyarakat baru dapat menghambat virus ini melalui isolasi.

“Saya yakin, jika ikhitiar itu semua didukung oleh semangat ‘saiyeg saeka kapti’ (kebersamaan) dengan menajamkan naluri dan mengasihi sesama, ada harapan kita akan berhasil mengatasi pandemi ini,” katanya menambahkan.

Kendati perjuangan untuk melawan corona masih panjang, Sultan memiliki keyakinan bahwa pada saatnya nanti masyarakat bisa berkumpul kembali dengan sahabat dan kerabat, bersama keluarga tanpa dibatasi jarak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini