Pertimbangkan 83.000 Anak Malaysia yang Terinfeksi Covid Sebelum Buka Sekolah Tatap Muka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebelum membuka sekolah melakukan belajar tatap muka sebaiknya pertimbangkan nasihat dokter relawan Covid19, dr. Andi Khomeini Takdir soal 83 ribu anak-anak Malaysia yang terinfeksi penyakit pernapasan itu saat masuk sekolah periode Maret-April 2021.

“Indonesia? Silakan timbang-timbang. Sambil terus bersiap-siap,” demikian pesan dr. Andi Khomeini yang dikutip Selasa 8 Juni 2021.

Perihal itu, diungkapkan Menteri Kesehatan Malaysia Dr Adham Baba pada 31 Mei 2021 bahwa ada 82.851 anak-anak yang terinfeksi Covid19 di negeri jiran tersebut.

Rinciannya:
– Anak-anak di bawah usia empat tahun sebanyak 19.851 kasus
– Anak-anak berusia 5-6 tahun sebanyak 8.237 kasus
– Anak-anak usia 7-12 tahun sebanyak 26.851 kasus
– Usia 13-17 tahun sebanyak 27.402 kasus.

Makan kementerian kesehatan malaysia mengeluarkan peraturan anak-anak tidak boleh diajak ke tempat ramai menghindari kerumunan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini