Persib Bandung Bakal Diperkuat Beckham di Piala Presiden

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Leg pertama babak delapan besar Piala 2019, Persib Bandung bakal menjamu Boreo FC, Rabu 24 April 2019 mendatang di Stadion Segiri, Samarinda.

Jelang laga, nanti Persib Bandung bakal diperkuat oleh Beckham Putra Nugraga. Hanya saja, dia berharap agar menajemen Persib segera berkomunikasi dengan pihak Timnas Indonesia U-18.

Beckham seharusnya bergabung ke Timnas Indonesia U-18 untuk menjalani seleksi 22-28 April di Cikarang, Bekasi. Tapi, pelatih Persib, Miljan Radovic meminta Beckham membela timnya lebih dulu lawan Borneo FC.

“Saya siap saja, kalau harus main dulu melawan Borneo, saya tidak apa-apa. Yang penting dari manajemen kasih surat, ya saling enak saja, enak ke Persib dan enak ke timnas juga,” ujar Beckham usai latihan di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu 20 April 2019.

Menurut Beckham, pelatih Timnas U-18 Fachri Husaini, melalui pelatih kiper Gatot Prasetyo, tidak mempermasalahkan dia memperkuat Persib lebih dulu.

“Kebetulan coach Gatot juga dekat sama coach Fachri, hubungannya baik juga. Jadi saya tidak apa-apa main dulu bersama Persib. Sudah dari Samarinda baru gabung timnas,” katanya.

Terkait laga kontra Borneo FC, adik Gian Zola Nasrulloh ini mengaku cukup berat apalagi bermain di kandang lawan. Meski demikian, Persib sudah siap menghadapi tim asuhan Mario Gomez itu.

“Memang sangat berat apalagi laga tandang, tapi pasti kami ingin memaksimalkan di sana, apalagi saat Persib main di kandang pada 29 April 2019 nanti. Semoga meraih kemenangan dan lolos ke semifinal,” katanya.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini