Mata Indonesia – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Anjatan yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026, memunculkan nama baru sebagai nakhoda organisasi.
Asasul Ilmi, S.E., secara resmi terpilih untuk memimpin PAC GP Ansor Anjatan masa khidmah mendatang dalam forum yang berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Gribig Lempuyang.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus semarak tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai tingkatan, mulai dari PC GP Ansor Indramayu hingga PW GP Ansor Jawa Barat.
Kehadiran MWC Nahdlatul Ulama Anjatan serta kader dari 13 desa menunjukkan besarnya ekspektasi dan dukungan terhadap estafet kepemimpinan di tubuh organisasi pemuda nahdliyin ini.
Dukungan Kolektif dan Rendah Hati
Dibalik amanah besar yang kini dipikulnya, Asasul Ilmi memandang pencapaian ini bukanlah keberhasilan personal, melainkan buah dari sinergi kolektif. Ia menyadari bahwa memimpin organisasi sebesar Ansor di tingkat kecamatan memerlukan fondasi dukungan yang kuat.
“Perjalanan ini bukan perjalanan sendiri. Ada doa, dukungan, dan semangat dari keluarga serta sahabat-sahabat terbaik yang selalu menguatkan di setiap langkah,” ujar Asasul dikutip Jumat 30 April 2026.
Sikap rendah hati ini menjadi warna tersendiri dalam profil kepemimpinannya. Bagi lulusan sarjana ekonomi ini, keterpilihan tersebut adalah ruang pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab kepada para kader dan ulama.
Mematahkan Stigma “Pendiam”
Salah satu pesan kuat yang dibawa oleh Asasul adalah tentang inklusivitas dan pembuktian kapasitas kader.
Ia menekankan bahwa karakter personal seseorang, termasuk sifat pendiam, tidak boleh menjadi penghalang untuk berkontribusi bagi organisasi.
“Pendiam bukan berarti tak mampu, justru dengan ketulusan kita bisa memberi karya nyata,” tegasnya.
Pernyataan ini seolah menjadi pemantik semangat bagi seluruh kader Ansor di Anjatan bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Visi Khidmah Tanpa Banyak Kata
Memasuki masa jabatannya, Asasul Ilmi membawa narasi perjuangan yang jelas melalui tagline: “Khidmah tanpa banyak kata, bekerja dengan nyata”.
Visi ini menitikberatkan pada aksi konkret di lapangan dibandingkan sekadar retorika.
Ia berkomitmen untuk memperkuat kebersamaan di antara 13 desa yang ada di Kecamatan Anjatan. Fokus utamanya adalah menjaga amanah dengan tetap membumi, serta memastikan GP Ansor tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal ulama dan menjaga keutuhan sosial di tingkat akar rumput.
Dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan semangat kerja nyata, publik kini menanti transformasi apa yang akan dibawa oleh Asasul Ilmi bagi pemuda Ansor di Kecamatan Anjatan.

