Perlakuan Istimewa RS Ummi pada Rizieq Syihab Karena Anies Baswedan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi membongkar hubungan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, RS Ummi di Kampung Arab Bogor dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, tidak heran jika Rizieq Syihab justru dibawa jauh-jauh ke Bogor dibandingkan dirawat di rumah sakit yang ada di Jakarta.

Melalui laman www.haidaralwiinstitute.com, Haidar mengungkapkan bahwa RS Ummi adalah milik mantan aktivis Al-Irsyad Al-Islamiyah, Fahmi Abdul Kadir Askar.

Kakak Fahmi, Fahimah Abdul Kadir Askar kini masih aktif di Al-Irsyad sebagai Ketua Pengurus Besar Wanita Al-Irsyad periode 2017-2022.

Sementara kakek Anies, Abdurrahman Baswedan adalah tokoh Al-Irsyad. Begitu juga Komisaris Taman Impian Jaya Ancol, Geisz Chalifah disebut Haidar pernah menjadi pengurus Al-Irsyad.

Menurut kacamata Haidar, seperti dikutip Threechannel Geisz adalah loyalis Anies Baswedan. Dia pernah menjabat anggota Majelis Sosial Ekonomi Al-Irsyad Al-Islamiyah periode 2012-2017.

“Sedangkan Rizieq Syihab dan FPI dikenal memiliki kedekatan dan Pendukung fanatik Anies Baswedan. Melihat hubungan antara RS UMMI Bogor dengan Anies Baswedan melalui data yang ditemukan, tidak mengherankan bila Rizieq mendapatkan ‘perlakuan istimewa’ dari pihak Rumah Sakit,” begitu pernyataan Haidar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini