Perkembangan Pilkada Baik, Mahfud Usul Kampanye Bagi Masker dan Alat Cuci Tangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perkembangan persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun ini relatif baik. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD mengusulkan kampanye dengan membuat masker serta tempat cuci tangan bergambar pasangan calon (paslon).

“Ini saya mengusulkan setiap paslon berkampanye membuat masker, bisa puluhan ribu dan dibuat gambar paslon dna nomornya di masker itu,” begitu pernyataan Mahfud, Selasa 6 Oktober 2020.

Khusus untuk tempat cuci tangan, Mahfud meminta para paslon berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Hal itu perlu dilakukan agar penempatannya tidak mengganggu masyarakat dan merusak pemandangan.

Tempat cuci tangan tersebut juga bisa digambari para paslon yang sedang berkontestasi pada pilkada serentak tahun ini.

Selain itu, Mahfud mengungkapkan TNI-Polri serta Satpol PP sudah bekerja dengan sangat baik sehingga dalam dua minggu pelaksanaan proses Pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini