Jangan Diabaikan! Ini Bahayanya Sering Pakai Sandal Jepit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bukan rahasia lagi penggunaan sandal jempit begitu digemari masyarakat karena simpel dan bikin nyaman. Memakai sandal jempit menjadi pilihan yang tepat terlebih jika hanya berpergian santai dan non formal.

Apalagi, trend sandal jepit kini marak di kalangan milenial. Kamu bisa dengan mudah menemukan model sandal yang unik dan gak monoton.

Tapi sayangnya, kamu perlu tahu nih kalau menggunakan sandal jepit terlalu sering juga memikiki dampak yang berbahaya loh. Penggunaan sandal jepit yang terlalu sering faktanya bisa menimbulkan efek buruk untuk kesehatan kakimu.

Lantas, apa saja sih efek berbahaya jika terlalu sering menggunakan sandal jepit? Yuk simak!

  1. Melelahkan Kaki

Ternyata, terlalu sering menggunakan sandal jepit bisa melelahkan kakimu loh! Menurut seorang foot expert bernama Dina Gohil dari DG Podiatrist Mayfair, sandal jepit memberikan dampak buruk bagi kesehatan kaki karena sama sekali enggak memberikan supporting pada kaki.

Dengan begitu, kaki jadi mengalami tekanan karena menyangga berat tubuh dan bekerja lebih keras. Akibatnya kaki akan cepat lelah dan kulit kaki juga lebih cepat kering ketika kita keseringan memakai sandal jepit.

2. Nyeri pada Tumit

Efek selanjutnya pada kesehatan kakimu jika terlalu sering pakai sandal jepit ialah nyeri pada tumit. Sandal jepit akan mengalami penipisan sol yang bisa menyebabkan gangguan tumit.

Semakin sering digunakan, maka sol pada sandal akan makin tipis dan membuat tumit akan lebih merasakan permukaan jalanan yang keras. Maka, tumit juga akan semakin tertekan dan menyebabkan rasa sakit yang hebat.

Bila keadaan ini terjadi terus-menerus maka dapat menyebabkan kaki lelah dan nyeri kaki, termasuk pada tumit. Dilansir dari Alodokter, kebiasaan ini akan mengubah gaya berjalan dan menyebabkan gangguan pergelangan kaki yang serius.

3. Mengubah Postur Tubuh

Dilansir dari Halo Sehat, dalam sebuah penelitian tahun 2008, para peneliti dari Universitas Auburn menemukan bahwa memakai sandal jepit benar-benar bisa mengubah gaya dan postur berjalan manusia. Perubahannya bahkan bisa permanen.

Sol sandal yang datar dan tidak mengikuti lekuk alami kaki lama-lama membuat telapak kaki cenderung rata. Pasalnya, kaki akan refleks mendarat pada bagian tengah atau depan yang mana terdapat lengkungan telapak kaki.

Telapak kaki yang rata berisiko untuk menyebabkan nyeri dan sakit pada otot-otot kaki, yang bisa menjalar hingga pinggul dan pinggang. Ini disebabkan tulang belakang tubuh yang mencoba menahan badan agar tetap tegak ketika kamu berdiri dan berjalan.

4. Menimbulkan Cedera Kaki

Satu lagi dampak berbahaya terlalu sering menggunakan sandal jepit ialah mengalami cedera kaki. Gerakan kaki yang mencengkeram saat menggunakan sandal jepit ternyata juga bisa mengakibatkan timbulnya cedera kaki atau tendonitis (iritasi pada tendon)

Gejalanya adalah rasa perih atau panas di bagian tendon (umumnya pada tendon bagian belakang pergelangan kaki), munculnya rasa nyeri dan kaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini