Perdagangan Rabu, Rupiah Mantap di Zona Hijau

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan melanjutkan trend positif pada perdagangan Rabu, 8 Januari 2020. Kemarin mata uang garuda ditutup di level Rp 13.875 per dolar AS atau menguat 0,56 persen.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim meramalkan laju rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 13.850 hingga Rp 13.950 per dolar AS.

Sejumlah sentimen yang akan mendorong laju rupiah berasal dari luar negeri, di antaranya sebagai berikut.

Pertama, para pelaku pasar tetap berhati-hati tentang situasi di Timur Tengah dengan meningkatnya kekhawatiran tentang konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.

“AS tidak memiliki rencana untuk menarik pasukannya keluar dari Irak. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Mark Esper. Di sisi lain, kematian komandan militer Iran Qassem Soleimani, meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Para pemimpin Iran telah berjanji untuk membalas pembunuhan itu,” ujar Ibrahim kemarin sore.

Kedua, investor juga menanti rilis data perdagangan AS yang akan keluar pada Selasa nanti. Selain itu, akan ada juga rilis data pesanan pabrik maupun sektor jasa dan laporan pekerjaan AS yang akan keluar pada hari Jumat dan jalur kebijakan moneter Federal Reserve ke tahun 2020.

Ketiga, soal damai dagang antara AS dna China. AS dan Cina diperkirakan akan menandatangani perjanjian pendahuluan pada 15 Januari untuk mengurangi perang dagang yang berkepanjangan.

Sementara dari dalam negeri, laju rupiah akan dibayangi oleh upaya pemerintah untuk terus melakukan konsolidasi guna mengantisipasi gejolak politik akibat ketegangan di timur tengah antara AS dan Iran.

“Selain itu, pemerintah juga tetap menerapkan strategi bauran dan ditambah lagi reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan maupun yang lainnya menjadikan kekuatan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil sehingga akan memantik arus modal asing kembali masuk pasar dalam negeri,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini