Percepat Capaian Kekebalan Komunal, BIN Bakal Gelar Vaksinasi di Mukomuko

Baca Juga

MATA INDONESIA, MUKOMUKO – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bengkulu atau Binda Bengkulu menggelar gebyar vaksinasi massal bagi masyarakat di Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko. Kegiatan vaksinasi ini dibantu oleh pemerintah daerah setempat dan akan berlansung pada 2 Desember 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi ini dibantu oleh tim vaksinator dari Dinas Kesehatan setempat dan Puskesmas setempat.

Binda Bengkulu embuka gerai vaksinasi di tiga tempat yakni di Puskesmas Ipuh, Puskesmas Lubuk Pinang, SMPN 2 Mukomuko. Selain itu, Binda Bengkulu juga menyelenggarakan vaksinasi dari rumah ke rumah.

“Pihak BIN dan petugas Dinas Kesehatan setempat sedang membahas teknis pelaksanaan kegiatan gebyar vaksinasi massal COVID-19 bagi masyarakat setempat termasuk target warga setempat yang menerima vaksin COVID-19 ,” ujarnya, Rabu 1 Desember 2021.

Ia mengatakan, pihaknya mendukung BIN Daerah Bengkulu dalam menggelar gebyar vaksinasi massal COVID-19 di Kecamatan Air Rami.

“Kegiatan gebyar vaksinasi massal COVID-19 yang digelar oleh BIN ini dapat meningkatkan jumlah warga setempat yang menerima vaksin,” katanya.

Menurutnya, Binda Bengkulu menggelar gebyar vaksinasi massal COVID-19 sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyukseskan program vaksinasi COVID-19 yang digalakkan oleh pemerintah pusat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini