Penunggang Harley yang Tewaskan Seorang Nenek di Bogor Ternyata Anak Buah Menteri Erick

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOR – Pengendara Harley Davidson yang menabrak seorang nenek hingga tewas ternyata pegawai sebuah badan usaha milik negara (BUMN). Dia langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Bogor Kota, Senin 16 Desember 2019.

Lelaki berinisial HK (47) itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan Harley yang menewaskan Aisyah di depan Halte RS PMI Bogor, Minggu 15 Desember 2019 pagi.

“Status HK sudah tersangka dan kami tahan, berikut barang bukti sepeda motornya. Saat ini proses hukum sedang berjalan,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, Senin 16 Desember 2019.

Hendri menegaskan siap menjembatani HK dengan keluarga korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun hal itu tidak akan menggugurkan proses hukum yang sedang berjalan.

Pegawai BUMN tersebut terancam hukuman penjara selama enam tahun karena akan terkenan Pasal 310 Undang-Undang Lalu-Lintas.

Hendri menegaskan Harley yang dikendarai HK memiliki surat-surat yang lengkap. Saat kecelakaan, yang bersangkutan berkendara sendirian. Tidak konvoi yang melaju dari arah Jambu Dua ke Tugu Kujang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini