Pentagon: Awas, ISIS akan Bangkit Lagi di Suriah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Ternyata, ISIS tak benar-benar tumpas seperti yang selama ini diberitakan media-media internasional. Buktinya, Departemen Pertahanan AS alias Pentagon dalam laporan terbarunya memberi peringatan kepada dunia, bahwa kelompok teroris internasional itu akan bangkit lagi di Suriah.

Pernyataan Pentagon itu jelas bertentangan dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang hampir lima bulan lalu mengklaim bahwa ISIS sudah ditumpas habis di Suriah sampai 100 persen, melalui bantuan pasukan gabungan.

Mengutip CNN, Rabu 7 Agustus 2019, laporan kebangkitan ISIS ini disampaikan Inspektur Jenderal Pentagon bahwa ISIS akan mulai menyusun kekuatannya mulai dari Irak, lalu kembali menuju Suriah.

Sebelumnya, Trump sudah berkali-kali meyakinkan dunia bahwa pasukannya sudah mengusir ISIS dari sejumlah wilayah yang selama ini diduduki di Suriah. Ia juga mengklaim bahwa kekhalifahan kelompok teroris yang dipimpin Abu Bakar Al Baghdadi itu sudah rontok habis.

Namun laporan terbaru Pentagon menyebut penarikan sebagian tentara AS dari Suriah telah berdampak pada pertempuran melawan sisa-sisa ISIS. Situasi ini mempersulit AS memberikan saran kepada sekutu-sekutu lokal di lapangan dan membuat AS kehilangan kemampuan memantau area-area yang disebut sebagai zona perekrutan potensial yang bisa memungkinkan ISIS untuk mengisi kembali jajarannya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini