Pensiun di Yamaha, Kini Valentino Rossi Teken Kerjasama dengan Petronas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Walau sudah tak muda lagi dan kontraknya berakhir dengan Monster Energy Yamaha. Pembalap MotoGP Valentino Rossi masih dibidik untuk menunggangi kuda besi di lintasan balapan MotoGP.

Petronas Yamaha menjadi tim yang bakal dibela Rossi di musim depan. Dirinya menyebutkan bakal segera menandatangani kontraknya jelang MotoGP Cataluya 2020.

“Situasinya sangat jelas, saya akan balapan dengan Petronas tahun depan. Selama rentang waktu balapan Misano kami memperbaiki semuanya, bahkan di hari-hari terakhir juga,” kata Valentino Rossi, seperti dikutip dari Crash.

“Namun kontraknya agak lama karena ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan kami tidak terburu-buru. Sejujurnya, kami semua sudah sepakat,”.

Lelaki yang memiliki tim balap VR46 untuk laga Moto3 ini telah menegaskan masih memiliki motivasi untuk membalap di kelas premier untuk musim depan. Dia siap bersaing bersama Petronas Yamaha dan dijanjikan akan mendapat spek motor tim pabrikan.

“Saya rasa selama rentang akhir pekan ini saya akan meneken kontraknya. Saya sangat senang bisa melanjutkan balapan tahun depan bersama Yamaha dan Petronas,” katanya.

MotoGP Catalunya 2020 akan berlangsung akhir pekan ini, Minggu 27 September 2020 di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol.

Diketahui, kontrak Valentino Rossi di timnya sekarang, Monster Energy Yamaha, akan berakhir akhir musim ini. Tim pabrikan asal Jepang itu sudah memastikan kontrak rider peraih sembilan gelar juara dunia itu tidak diperpanjang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini