Penjualan Tiket MotoGP Mandalika Masih Minim, Kenapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penjualan tiket MotoGP Mandalika masih jauh dari target. Salah satu penyebabnya adalah, ketersediaan akomodasi yang terbatas.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Febry Calvin Tetelepta, mengakui penjualan tiket MotoGP Mandalika masih minim. Menurut dia, hal ini tak lepas dari ketersediaan akomodasi yang terbatas.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih ada kekhawatiran wisatawan terkait tempat tinggal yang minim.

“Salah satu penyebab minimnya penjualan tiket MotoGP tidak terlepas dari ketersediaan akomodasi yang terbatas. Wisatawan khawatir tidak mendapat penginapan sementara mereka sudah terlanjur membeli tiket MotoGP,” ujarnya.

Dari semua akomodasi yang tersebar di Lombok, saat ini hanya 75 persen yang bisa beroperasi karena adanya pandemi Covid-19. Dari jumlah tersebut, setengahnya sudah dipesan, dan masih tersedia 7.200 kamar.

Febry memastikan pemerintah sudah melakukan berbagai upaya agar masyarakat dapat mengakses akomodasi yang terjangkau.

“Untuk memaksimalkan pemanfaatan homestay atau sarhunta, KSP juga mendorong agar homestay yang ditawarkan dapat diakses melalui saluran ITDC online,” ucapnya.

“Pemda NTB sudah melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan sarana dan prasarana MotoGP.Perlu juga melibatkan masyarakat mensukseskan penyelenggaraannya,” ungkapnya.

MotoGP dibuka di Qatar akhir pekan ini sebelum akhirnya digelar di Mandalika pada 18-20 Maret. Berdasarkan data per 20 Februari 2022, baru 21.530 tiket terjual atau jauh di bawah target 60 ribu tiket.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini