Pengunjuk Rasa Anti Bahan Bakar Fosil Lemparkan Sup Tomat ke Lukisan Bersejarah

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pengunjuk rasa anti-bahan bakar fosil melemparkan sup ke lukisan Bunga Matahari Vincent Van Gogh yang terkenal di Galeri Nasional London.

Dua wanita muda dari kelompok kampanye Just Stop Oil melemparkan isi dua kaleng sup tomat Heinz ke lukisan itu, yang menurut kelompok itu diperkirakan bernilai 84,2 juta dolar AS.

Polisi metropolitan London mengonfirmasi bahwa mereka menanggapi insiden itu dan bahwa para pengunjuk rasa telah ditangkap karena dicurigai melakukan kerusakan kriminal dan pelanggaran berat.

Tindakan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian protes yang menargetkan karya seni terkenal.

Pada bulan Juli, anggota Just Stop Oil menempelkan diri pada salinan The Last Supper karya Leonardo da Vinci di Royal Academy of Art di London.

Juga di bulan Juli, para aktivis dari kelompok itu menempalkan diri mereka pada sebuah mahakarya yang diadakan di Galeri Nasional.

Menurut pernyataan itu, Just Stop Oil mengatur waktu aksi mereka bertepatan dengan rencana peluncuran putaran baru lisensi minyak dan gas di Inggris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini