Penembak Gelap Makin Marak di AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, DETROIT – Penembak gelap semakin marak berkeliaran di Amerika Serikat (AS) mengakibatkan lebih dari tiga orang tewas percuma

Seorang pria tidak dikenal menembak empat orang secara acak di Kota Detroit, Amerika Serikat, 28 Agustus 2022 dini hari, tiga di antaranya tewas.

James White, Kepala Kepolisian Kota Midwestern mengatakan korban terdiri dari dua orang perempuan dan satu laki-laki.

Dikutip dari AFP, saat penembakan seorang korban diketahui sedang menunggu bus, seorang lainnya berjalan bersama anjingnya, dan korban terakhir sedang berada di jalanan.

Namun, polisi yang tiba di tempat kejadian berhasil menembak pria tersebut hingga tewas.

Penembakan tersebut bukanlah satu-satunya penembakan yang terjadi di Amerika Serikat di hari Minggu. Penembakan lainnya terjadi di kota Huoston.

Kepala Polisi Houston, Troy Finner menduga motif penembakan disebabkan karena pria tersebut depresi akan diusir dari tempat tinggalnya.

Penembak semula membakar beberapa tempat tinggal dan menunggu warga keluar dari rumah.

Setelah itu ia mulai melancarkan beberapa tembakan secara acak. Bahkan pemadam kebakaran yang bermaksud memadamkan api pun ikut serta menjadi incaran penembak tersebut.

Reporter: Dita Nur Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini