Pendukung Penghina Nabi SAW Kembali Dibunuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DEHLI – India semakin sulit untuk keluar dari cengkraman SARA. Setelah pemenggalan seorang penjahit pendukung politikus India, Nupur Sharma yang menghina Nabi Muhammad SAW, kali ini seorang ahli kimia bernama Umesh Kohle juga dibunuh karena mendukung Sharma.

Seorang pelaku menikam pria berusia 54 tahun hingga  tewas di kota Amravati, Maharashtra pada 21 Juni 2022. Polisi menduga bahwa pembunuhan brutal di Maharashtra terjadi setelah dia menulis sebuah postingan untuk mendukung Nupur Sharma di Facebook.

Umesh Kohle mempunyai toko kimia dengan nama Amit Medical Store di Amravati.

Polisi India pun langsung bergerak dan akhirnya menangkap Irfan Khan, pemilik sebuah LSM dari Nagpur.

Komisaris polisi kota Amravati Dr Aarti Singh mengatakan polisi menangkap Irfan Khan (32), yang merencanakan membunuh Umesh Kolhe bersama sejumlah teman-temannya.

Selain Irfan Khan, polisi juga menangkap Mudassar Ahmed alias Sonu Raza Sheikh Ibrahim (22), Shahrukh Pathan alias Badshasha Hidayat Khan (25), Abdul Taufik alias Nanu Sheikh Taslim (24), Shoeb Khan alias Bhurya Sabir Khan (22), Atib Rashid Aadil Rashid. (22) dan Yusuf Khan Bahadur Khan (44).

Ketujuh orang ini menyaksikan pembunuhan Kolhe. Polisi menangkap tersangka berdasarkan rekaman CCTV dan juga menyita sejumlah senjata tajam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini