Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu Dimulai Agustus 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Persiapan pemilu (pemilu) terus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) melalui KPU tingkat kota/kabupaten. Di Kota Bogor persiapan tahapan pemilu sudah dilakukan seperti sosialisasi tanggal pemungutan suara dan roadshow ke parpol-parpol peserta pemilu.

Ketua KPU Kota Bogor Samsuddin mengatakann salah satu tahapan pemilu akan jatuh pada 1-7 Agustus 2022.

“Ada pendaftaran partai politik itu di tanggal 1-7 Agustus,” kata Samsuddin.

Pelaksanaan pendaftaran akan dilakukan melalui DPP masing-masing daerah dan langsung direkap ke Komisi Pemilihan Umum RI. Semua berkas pendaftaran akan diunggah ke aplikasi Sipol. Kemudian KPU Kota/Kabupaten tinggal mengunggah berkas dan melanjutkan ke tahap verifikasi.

“Jadi pendaftaran partai politik tidak perlu seperti membawa banyak berkas seperti pemilu-pemilu sebelumnya karena kan semua sudah di upload,” kata Samsuddin.

Saat ini jumlah partai politik yang akan mengikuti pemilu berjumlah 20 parpol, 16 diantaranya merupakan parpol yang pernah mencalonkan di tahun 2016 dan 2019 sedangkan 4 lainnya partai yang baru bergabung.

“Mungkin jumlahnya akan bertambah seiring dengan bertambahnya partai politik baru di pusat tapi sampai hari ini yang sudah konfirmasi ke kita baru 4 jadi total 20,” lanjutnya.

Pembukaan proses pemilu 2024 baru akan dimulai pada tanggal 14 Juni mendatang, untuk itu KPU Kota Bogor telah melakukan sosialisasi pada pemerintah pusat dan daerah mengenai ragam persiapan sebelum memasuki musim pemilu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini